Follow up lead penjualan: rutinitas harian untuk tim penjualan lapangan
Tanyakan pada manajer penjualan mana pun ke mana perginya transaksi yang hilang, dan jawaban jujurnya biasanya sama: tidak ada yang melakukan follow up. Bukan karena timnya malas, tapi karena pertanyaan baru, penawaran harga, dan klien yang mulai sepi menumpuk lebih cepat daripada yang bisa diingat siapa pun. Rutinitas follow up lead penjualan harian yang singkat bisa memperbaiki sebagian besar masalah ini.
Mengapa follow up sering terlewat
Staf lapangan menghabiskan hari mereka di jalan. Pertanyaan masuk saat mereka sedang rapat, penawaran harga dikirim lalu tidak ada yang mengecek lagi, dan klien baik-baik saja yang diam-diam berhenti memesan. Satu per satu hal ini terlihat kecil. Tapi jika digabungkan, inilah kebocoran terbesar di sebagian besar tim penjualan.
Masalah keduanya justru kebalikannya: dua orang mengejar klien yang sama. Manajer mengirim pesan, staf lapangan menelepon satu jam kemudian, dan klien jadi bertanya-tanya apakah tim ini saling berkoordinasi. Kedua masalah ini punya obat yang sama, yaitu daftar yang jelas dan pemilik yang jelas untuk setiap item.
Empat hal yang perlu dicek setiap pagi
- Pertanyaan baru yang belum dibalas. Balas di hari yang sama. Balasan pertama dalam hitungan jam adalah salah satu cara termudah untuk terlihat lebih profesional dibanding pesaing.
- Transaksi yang dijadwalkan selesai minggu ini. Kirim pesan singkat dan ramah untuk mengecek: apakah masih ada yang dibutuhkan agar transaksi bisa berjalan?
- Penawaran harga yang tidak ada kabar. Jika sudah sekitar lima hari kerja tanpa balasan, tanyakan apakah ada pertanyaan, atau usulkan waktu untuk menyelesaikannya.
- Klien rutin yang mulai sepi. Klien yang biasanya memesan setiap bulan dan sudah lama tidak terlihat layak dikunjungi sebelum pesaing lebih dulu mendekatinya.
Satu pemilik untuk setiap follow up
Tuliskan aturan sederhana dan bagikan ke seluruh tim: siapa pun yang memiliki lead, transaksi, atau klien tersebut, dialah yang melakukan follow up. Jika seorang staf lapangan yang memiliki klien itu, maka staf lapangan itulah yang mengirim pesan. Jika tidak ada yang memilikinya, manajer bisa menanganinya sendiri atau menyerahkannya ke satu orang, dan sejak itu tanggung jawabnya menjadi milik orang tersebut.
Satu aturan ini menghentikan pesan ganda, menghentikan masalah "saya kira kamu yang mengerjakannya", dan membuat adil untuk bertanya di akhir minggu siapa yang sudah menyelesaikan daftarnya.
Buat pesannya mudah dikirim
Follow up yang butuh waktu sepuluh menit untuk ditulis sering kali berakhir tidak pernah dikirim sama sekali. Siapkan beberapa template singkat untuk setiap situasi, dalam bahasa yang digunakan klien, lalu personalisasi satu baris saja. Dua atau tiga kalimat dengan satu langkah berikutnya yang jelas sudah cukup:
- Ucapkan terima kasih, sebutkan apa yang mereka tanyakan, dan usulkan waktu untuk menelepon atau berkunjung.
- Untuk penawaran harga, tanyakan apakah ada pertanyaan atau apakah mereka ingin melanjutkan.
- Untuk klien yang sepi, tawarkan untuk mampir dan mengecek stok atau kebutuhan mereka.
Diskon, harga khusus, dan syarat kredit tetap harus melalui manajer. Follow up membuka percakapan; persetujuan manajer yang menjaga margin.
Catat hasilnya, meskipun jawabannya "belum sekarang"
Setiap item di daftar harus berakhir dengan salah satu dari tiga hal: terkirim, selesai dengan cara lain (telepon atau kunjungan), atau dilewati dengan alasan singkat, seperti "klien minta ditunggu dulu" atau "nomor salah". Alasan-alasan ini sangat berharga. Dalam sebulan, data ini menunjukkan lead mana yang kualitasnya rendah, nomor mana yang perlu diperbaiki, dan klien mana yang butuh pendekatan berbeda.
Evaluasi mingguan
Seminggu sekali, luangkan sepuluh menit untuk tiga pertanyaan: berapa banyak follow up yang sudah diselesaikan, berapa transaksi yang maju ke tahap berikutnya, dan item yang dilewati mana yang butuh bantuan manajer. Rayakan staf lapangan yang berhasil menyelesaikan daftarnya. Bimbing, bukan kritik, mereka yang belum berhasil.
Seberapa cepat harus melakukan follow up lead penjualan?
Secepat yang masuk akal, dan paling lambat di hari kerja yang sama. Orang yang baru saja menanyakan produk Anda sedang memikirkan masalahnya saat itu juga. Sehari kemudian, mereka mungkin sudah berbicara dengan pesaing atau sudah beralih perhatian. Untuk tim lapangan, target yang realistis adalah balasan singkat dalam beberapa jam (bahkan pesan sekadar "terima kasih, saya akan telepon sore ini" sudah membantu), diikuti dengan percakapan atau kunjungan yang sebenarnya.
Berapa kali harus melakukan follow up?
Lebih sering dari yang dilakukan kebanyakan orang. Banyak transaksi membutuhkan beberapa kali kontak sebelum ada keputusan, dan satu pesan yang tidak dibalas bukan berarti "tidak". Pola sederhana yang berhasil untuk sebagian besar tim lapangan:
- Balasan pertama di hari yang sama.
- Kontak kedua dua atau tiga hari kerja kemudian, idealnya melalui saluran yang berbeda, misalnya menelepon setelah mengirim pesan.
- Kontak ketiga sekitar seminggu kemudian, menawarkan sesuatu yang berguna seperti kunjungan, contoh produk, atau jawaban atas pertanyaan yang mungkin muncul.
- Pesan terakhir yang sopan setelah satu atau dua minggu lagi, menanyakan apakah percakapan ini masih ingin dilanjutkan.
Jika tetap tidak ada balasan, tandai lead tersebut sebagai "belum sekarang" dengan tanggal untuk mencoba lagi beberapa bulan kemudian. Berhenti dengan sopan membuat pintu tetap terbuka; mengejar tanpa henti justru menutupnya.
Kesalahan follow up yang membuat transaksi hilang
- Mengirim pesan yang sama setiap kali. Setiap follow up sebaiknya menambahkan sesuatu: informasi baru, usulan waktu, atau pertanyaan sederhana.
- Follow up tanpa konteks. "Sekadar mengecek kabar" mudah diabaikan. Sebutkan apa yang sebelumnya ditanyakan klien.
- Melupakan bahasa dan saluran klien. Jika klien menulis di WhatsApp dengan bahasa sehari-harinya, balas dengan cara yang sama.
- Tidak mencatat follow up yang dilakukan. Jika tidak dicatat, orang berikutnya akan mengulanginya atau malah melupakannya.
Bagaimana Wayfen membantu
Sales Agent dari Wayfen menyusun daftar ini setiap pagi dari lead, transaksi, dan klien Anda, lalu membuat draf pesan untuk masing-masing dalam bahasa klien tersebut. Item pada lead, transaksi, dan klien milik seorang staf lapangan langsung masuk ke daftar staf lapangan itu; sisanya menunggu manajer. Setiap item punya tepat satu pemilik, sehingga tidak ada yang melakukan follow up dua kali, dan manajer bisa melihat apa yang diselesaikan atau dilewati oleh setiap staf lapangan beserta alasannya. Tidak ada yang terkirim tanpa seseorang menekan tombol Kirim.
Pertanyaan yang sering diajukan
Seberapa cepat staf lapangan harus melakukan follow up pada lead baru?
Di hari kerja yang sama, idealnya dalam beberapa jam. Bahkan balasan singkat dengan janji waktu menelepon lebih baik daripada diam saja.
Berapa kali follow up yang sebaiknya dilakukan sebelum menyerah pada sebuah lead?
Biasanya tiga sampai lima kali kontak dalam dua sampai tiga minggu, masing-masing menambahkan sesuatu yang berguna. Setelah itu, tandai lead tersebut sebagai "belum sekarang" dengan tanggal untuk mencoba lagi.
Siapa yang harus melakukan follow up lead dalam tim penjualan lapangan?
Siapa pun yang memiliki lead, transaksi, atau klien tersebut. Jika tidak ada yang memilikinya, manajer menanganinya sendiri atau menugaskan satu orang, sehingga klien tidak pernah menerima dua pesan dari perusahaan yang sama.
Apakah WhatsApp bagus untuk follow up penjualan?
Ya, selama klien memang sudah menggunakannya. Buat pesan singkat, personal, dan mengarah ke satu langkah berikutnya yang jelas, lalu catat setiap follow up di sistem penjualan Anda agar bisa dilihat seluruh tim.
Coba Wayfen gratis selama 14 hari untuk hingga 5 orang. Tanpa kartu kredit.
Mulai uji coba gratisLainnya dari blog
- Perencanaan rute sales lapangan: cara menyusun rute harian yang hemat BBM dan menang lebih banyak kunjungan
- Absensi staf lapangan: cara menjalankan clock-in GPS untuk tim jarak jauh, secara adil
- Anggaran penjualan vs realisasi: rutinitas bulanan sederhana untuk tim lapangan
- Template laporan penjualan lapangan harian: format sederhana yang benar-benar dibaca manajer
- 10 KPI sales lapangan yang wajib dilacak setiap manajer
- Cara melacak tim lapangan secara adil, tanpa micromanaging
- WhatsApp vs aplikasi sales lapangan: saat tim Anda melampaui grup dan spreadsheet
Lihat juga: Wayfen berdasarkan industri.